BREGADA PUSPO WILOGO, BREGADA RAKYAT DARI SIRAMAN

Pemdes Siraman 05 November 2018 07:52:52 WIB

Siraman - Event tahunan Festival Bregada Rakyat yang mempertemukan Komunitas Seni Keprajuritan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta yang digelar Minggu, 04 November 2018. Tahun ini bertindak selaku tuan rumah adalah kabupaten Gunungkidul. Even serupa sebelumnya bergilir dilaksanakan di kota Yogya, Sleman, Bantul dan Kulonprogo.
Festival Bregada Rakyat 2018 yang difasilitasi Dinas Kebudayaan DIY diikuti oleh 18 Komunitas Bregada Rakyat dari masing-masing kecamatan se-Gunungkidul. Sejauh ini Bregada Rakyat Gunungkidul jumlahnya relatif lebih sedikit dari daerah lain. Kegiatan Festival Bregada Rakyat diharapkan dapat menggairahkan semangat para pelaku seni Keprajuritan Rakyat di Gunungkidul.

Festival Bregada Rakyat mengambil jarak tempuh sekitar 2 kilometer dengan mengambil start dan finish di Pendapa Bangsal Sewokoprojo Gunungkidul.
Peserta Bregada kurang lebih sebanyak 1000 orang menampilkan Bregada Giri Manggolo (Girisubo), Bregada Darma Agung (Purwosari), Bregada Hargo Manunggal (Gedangsari), Bregada Jayeng Sudiro (Panggang), Bregada Klono Sewandono (Patuk), Bregada Guntur Rumekso (Rongkop), Bregodo Pasopati (Semin), Bregada Jaga Wana (Ngawen), Bregada Wiro Manggolo (Saptosari), Bregada Yudo Manggolo (Tanjungsari), Bregada Sureng Pati (Paliyan), Bregada Jogoboyo (Tepus), Bregodo Bekel Wongso Dikromo (Nglipar), Bregada Joyo Laksono (Ponjong), Bregada Wira Sanjaya (Karangmojo), Bregada Kyai Djong Katong (Semanu), Bregada Wiro Joyo (Playen) dan Bregada Puspo Wilogo (Wonosari).
Untuk kecamatan Wonosari diwakili oleh Bregada Puspo Wilogo yang berasal dari desa Siraman.

Pembimbing Bregada Puspo Wilogo, Sukiyadi menjelaskan bahwa Panitia membebaskan tiap Bregada Rakyat untuk mengkreasikan tata busana dan tata musik Bregada sesuai karakter budaya masyarakat setempat. Sebagai contoh karena Gunungkidul didominasi kultur pertanian maka dimungkinkan Bregada tidak harus mengenakan topi mancungan atau blangkon, melainkan bisa caping. Tidak juga membawa tombak namun memanggul alat pertanian. Untuk aksesoris busana juga dikombinasikan dengan kreasi olahan daun tanaman yang tumbuh disekitar. Dan yang pasti panitia juga melarang penggunaan semua bentuk dan jenis berbagai atribut yang bermuatan politik.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Layanan Mandiri


Silakan datang / hubungi perangkat untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Masukkan NIK dan PIN!

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

Lokasi Siraman

tampilkan dalam peta lebih besar